Search This Blog

Monday, May 3, 2021

Teach Like Finland (Mengajar Seperti Finlandia)

 


Reviewer         : Syarif Faisal

Judul Buku      : Teach Like Finland (Mengajar Seperti Finlandia)

Penulis            : Timothy D. Walker

Penerbit           : Grasindo

Tahun Terbit   : 2017

Jumlah Halaman : 193

Tanggal Review : 21 Desember 2020

 

Isi Review Buku :

Buku ini merupakan pengalaman dari seorang pendidik yang pernah mengajar di Finlandia. Pendidik tersebut berasal dari Amerika yang sebelumnya menjadi guru di Arlington Masachusetts. Dia membandingkan antara pendidikan di Amerika dan Finlandia. Pendidikan di Finlandia memfokuskan pada keaktifan peserta didik dalam proses pendidikan. Peserta didik merasakan kebebasan dan kesenangan dalam belajar. Nilai bukan menjadi patokan dalam proses belajar di finlandia. Nilai menjadi ukuran mengetahui kemampuan sehingga bisa meningkatkan kemampuan yang sudah ada. Pendidik di Finlandia dapat memanajemen waktu dengan baik sehingga bisa menempatkan dirinya dalam posisi mendidik di jam kerja, setelah jam kerja bisa menempatkan diri waktu berkualitas untuk keluarga dan diri sendiri dengan tidak memikirkan pekerjaan sekolah lagi. Cara berpikir ini yang harus dilaksanakan Pendidik dengan fokus bekerja pada waktu yang sudah di wajibkan. Pendidik juga memiliki kebesan dalam merancang kurikulum dari mata pelajaran yang dilaksanakan, serta para pendidik tidak berkeberatan saling membantu dalam mengajar. Saling membantu disini pendidik membantu mengajar dalam tema yang memiliki keterhubungan antar mata pelajaran. Hal menarik lainnya dari pendidikan di Finlandia pada saat penilaiaan akhir. Para pendidik akan mengadakan pertemuan dengan peserta didik secara privat untuk memperlihatkan dan menanyakan nilai yang diinginkan dan nilai yang sudah dicapai. Cara ini akan menghasilkan kesadaran dari peserta didik antara harapan dan proses pembelajaran yang dilaksanakan peserta didik tersebut. Kebaghagiaan menjadi konsep utama di dalam proses pendidikan di Finlandia.

 #Read Review Share

#One Month One Book


Mengajarkan Anak Tauhid

 


Reviewer         : Syarif Faisal

Judul Buku      : Mengajarkan Anak Tauhid

Penulis            : Syaikhul Islam Muhammad Bin Abdul Wahab

Penerbit           : Anak Teladan

Tahun Terbit   : 2019

Jumlah Halaman : 45

Tanggal Review : 26 November 2020

 Isi Review Buku :

 Buku ini berisikan pentingnya menanamkan nilai tauhid kepada diri anak-anak. Ketika anak-anak sudah baligh (mencapai kedewasaan) dan aqil (sempurna akalnya) maka terdapat beban yang harus dilaksanakan yaitu beban dalam menjalankan syari’at agama. Menjadi suatu kepatutan lah kita sebagai orang tua untuk mempersiapkan anak-anak untuk nantinya menerima beban syari’at tersebut. Kita harus memahami agama terutama ketauhidan karena itu akan menjadi tujuan hidup manusia. Buku ini memberikan bekal kepada orang tua untuk mengarahkan, membimbing dan menanamkan nilai melalui keingin tahuan anak dalam mengenal agamanya. Metode tanya jawab digunakan penulis agar orang tua dapat meng-aplikasikan langsung kepada anak.

Metode tanya jawab meliputi masalah :

1. Tauhid

2. Syirik

3. Ibadah

4. Thaghut

5. Sholat dan Zakat

6. Puasa

7. Haji

Buku ini sebaiknya dibaca oleh para orang tua karena akan memahami kita akan agama, serta menjadi dasar anak-anak kita dalam menilai berdasarkan agama.

#Read Review Share
#One Month One Book

Saturday, October 31, 2020

Review Seni Berbicara Pada Anak Panduan Mendidik Anak “Tanpa NGEGAS”



 Reviewer         : Syarif Faisal

Judul Buku      : Seni Berbicara Pada Anak Panduan Mendidik Anak “Tanpa NGEGAS”

Penulis            : Joanna Faber & Julie King

Penerbit           : BIP Kelompok Gramedia

Tahun Terbit   : 2020

Jumlah Halaman : 401

Tanggal Review : 1 November 2020

 

Isi Review Buku :

 

Anak merupakan generasi yang menggantikan peran generasi sebelumnya dalam segala bidang kehidupan. Untuk itu penting menyiapkan peran anak sebagai makhluk sosial di dalam masyarakat. Persiapan itu dimulai dari kehidupan keluarga yang mengayomi dan membimbing anak sebagai makhluk sosial. Memanusiakan anak sebagai mahkluk sosial bermula dari interaksi orang tua kepada anak. 

Interaksi komunikasi sangat perlu di pelajari sehingga kita sebagai orang tua dapat memahami keinginan dan pikiran anak. Interaksi komunikasi kepada anak tidak lah mudah, dengan pikiran yang menganggap orang tua sebagai pemegang kendali setiap perilaku anak. Seharusnya orang tua menganggap anak sebagai manusia yang mengisi keseharian hidup-Nya. Persepsi anak sebagai manusia akan membantu kita menempatkan pentingnya memahami perasaan anak. Setiap tindakan anak berada dalam proses perkembangan diri. Sehingga akan mempengaruhi kita dalam memahami penyampaian informasi anak tersebut. Informasi yang terpenting adalah memahami perasaaan anak sehingga anak dapat berperilaku dengan baik. 

Hal ini lumrah karena kita juga perlu memiliki perasaan baik sehingga dapat berperilaku dengan baik. Buku ini membahas serta menceritakan kepada kita bagaimana memahami perasaan anak dari berbagai peristiwa yang terjadi pada anak. Setiap peristiwa memiliki cara tersendiri dalam memahami dan merespon perasaan anak.

Untuk itu terdapat poin penting perlunya memahami perasaan anak ini, hal itu adalah :


1. Semua perasaan bisa diterima. Sebagian tindakan harus dibatasi.

2. Tahan keinginan untuk menanyai anak yang sedang jengkel.

3. Akui perasaan dengan kata-kata

4. Alui perasaan dengan tulisan

5. Akui perasaan dengan perhatian tanpa suara

6. jangan ubah pilihan menjadi ancaman

7. Hargai dulu apa yang sudah anak lakukan, sebelum mendeskripsikan apa yang masih perlu ia lakukan

8. Saat mengungkapkan kemarahan atau kekecewaan, gunakan kata “saya”, hindari kata “kamu”.

9. Gambarkan perasaan anda

10. Bertindak tanpa menghina

11. Deskripsikan yang anda lhat.

12. Mengganti hukuman dengan solusi yang lebih damai dan efektif

13. Tunjukan kepada anak cara memperbaiki kesalahan

14. Hargai setiap konflik yang ada. Jangan sekali-kali mengecilkan masalah.

15. Tuliskan semua idenya tanpa menilai apapun

16. Kadang-kadang, mengakui perasaan bisa lebih banyak menolong daripada memberi pujian

17. Berikan kepada anak, gambaran baru tentang dirinya

18. Deskripsikan kemajuan

19. Masuk ke dunia mereka

20. Biarkan anak memegang kendali

 

Hal – hal penting disesuaikan dengan kondisi yang terjadi pada anak. Poin yang sangat penting adalah memahami dan merespon perasaan Anak.

#Read Review Share
#One Month One Book

Wednesday, September 30, 2020

Review Orientasi Baru Supervisi Pendidikan


 

Reviewer         : Syarif Faisal

Judul Buku      : Orientasi Baru Supervisi Pendidikan

Penulis            : Prof. Dr.H. Mukhtar, M.Pd. & Dr. Iskandar, M.Pd.

Penerbit           : Referensi (Gaung Persada Press Group)

Tahun Terbit   : 2013

Jumlah Halaman : 306

Tanggal Review : 30 September 2020

 

Isi Review Buku :

 

Dalam menunjang perubahan perkembangan zaman maka diperlukan orientasi baru dalam dunia pendidikan. Melihat pendidikan secara global dan memerinci ke bagian-bagian tertentu akan terjalin integrasi skala teknis dan idealis. Secara global pendidikan adalah suatu sistem. Sistem yang membentuk suatu nilai. Nilai yang diperlukan individu dalam kehidupan bermasyarakat sebagai individu sosial. Pendidikan sebagai suatu sistem maka terdapat dua aspek yang harus di lihat oleh civitas dalam ranah pendidikan tersebut.

Aspek yang dimaksud adalah aspek secara makro dan mikro. Aspek secara makro melingkupi Manajemen dan organisasi. Secara manajemen terdapat fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan kontrol. Secara organisasi harus mengedepankan struktur organisasi ramping dan multi fungsi. Aspek secara mikro meliputi kurikulum, siswa, biaya, fasilitas dan tenaga pendidikan. Berbagai fungsi mikro ini harus menunjang dua hal yaitu guru dan siswa. Fungsi yang menunjang guru akan membentuk dan menuntut guru lebih inovatif dan kreatif dalam mengacu kepentingan siswa. Kepentingan siswa disini adalah meningkatkan kemampuan siswa dalam membentuk individu mandiri yang dapat hidup bermasyarakat.

Sistem pendidikan yang bekerja tersebut diperlukan pemantauan melalui supervisi. Fungsi supervisi dalam sistem pendidikan untuk melihat, meng-evaluasi, dan merekomendasikan celah-celah kekurangan dari sistem yang berjalan. Supervisi juga mempertimbangkan aspek perkembangan zaman atau dunia yang menuntut secara langsung atau tidak langsung ouput dari sistem pendidikan yang bermutu. Seseorang yang dapat dan bertanggung jawab dalam melaksanakan supervisi di ranah pendidikan adalah kepala sekolah dan pengawas sekolah. Kepala sekolah memantau dari pelaksanaan sistem pembelajaran yang dilaksanakan melihat dari aspek mikro sistem pendidikan. Sedangkan pengawas melihat keseluruhan sistem yang berjalan.

Supervisi dengan orientasi paradigma baru tidak menempatkan supervisor sebagai pengawas yang tugasnya melihat kekurangan dan hanya menyampaikan kekurangan sistem. Supervisor dalam paradigma baru harus lebih menempatkan dirinya sebagai rekanan pelaksana pembelajaran. Supervisor yang menempatkan dirinya sebagai rekanan akan terjalin munculnya rasa kebersamaan dalam menghadapi kekurangan dan permasalahan dalam dunia pendidikan. Paradigma pendidikan bersifat humanis akan sangat  eksis dalam perkembangan zaman karena dunia pendidikan adalah dunia memanusiakan manusia bukan menjadikan manusia output dan outcome yang memiliki label sama. Humanis tersebut harus diawali dari memanusiakan guru sebagai pendidik bukan sebagai pekerja.  

#Read Review Share
#One Month One Book

Tuesday, August 18, 2020

Review Buku "Creative Learning"

 Reviewer         : Syarif Faisal

Judul Buku      : Creative Learning

Penulis            : Sri Narwanti, S.Pd

Penerbit           : Familia Pustaka Keluarga

Tahun Terbit   : 2011

Jumlah Halaman : 175

Tanggal Review : 18 Agustus 2020

 

Isi Review Buku :

 

Menjadi guru kreatif merupakan kemenarikan dari proses belajar mengajar. Kreatif ini dibangun dari sesuatu yang sederhana membentuk sesuatu yang baru. Kesederhanaan yang merupakan unsur yang sudah ada saling melengkapi menjadi hal yang baru. Secara garis besar kreatif merupakan perpaduan dari sesuatu yang sudah ada. Menjadi seorang guru juga terbentuk dari hal yang sederhana. Berupa kemampuan-kemampuan dasar yang membentuk pribadi guru. Kemampuan dasar guru seperti :

1. Kemampuan individu

2. Kemampuan Sosial

3. Kemampuan Pedagogik dan

4. Kemampuan Profesional

Kemampuan – kemampuan inilah yang membentuk standar jati diri guru. Perpaduan dari kemampuan-kemampuan ini secara mumpuni akan membentuk guru menjadi pribadi yang menarik dan menyenangkan. Maka hal yang baru berupa kreatifitas akan muncul dari pribadi-pribadi guru serta menghasilkan kreatifitas yang unik dari masing-masing guru.

“Lou Anne Johnson menyatakan, para pedagang handal seringkali mencatat tiga besar kriteria untuk sukses, lokasi, lokasi, dan lokasi. Para guru yang efektif seringkali mencatat tiga besar kriteria bagi keberhasilan mereka yaitu persiapan, persiapan, dan persiapan.

Persiapan juga menjadi pondasi untuk menumbuhkan dan meningkatkan empat kemampuan dasar guru. “Perencanaan yang matang tentunya diwujudkan pula dalam penyelesaian administrasi pembelajaran yang matang. Perangkat administrasi guru meliputi kalender pendidikan, program tahunan, program semester, rencana pelaksanaan harian, buku pelaksanaan harian, presensi siswa, catatan hambatan belajar siswa, daftar buku pegangan guru dan siswa, analisa KKM, kisi-kisi soal, soal-soal ulangan, buku informasi penilaiaan, analisis butir soal, analisis hasil ulangan, program pelaksanaan perbaikan dan pengayaan, daftar pengembalian hasil ulangan, buku ulangan bergilir, daftar nilai, laporan penilaiaan akhlak mulia dan kepribadiaan siswa, buku tugas terstruktur, buku tugas mandiri”

Keinginan besar guru menjadikan peserta didiknya melebihi kemampuannya, sehingga peserta didiknya mampu dan bermanfaat bagi orang lain. Peserta didik memiliki kemajemukan kemampuan yang harus di perhatikan guru sehingga peserta didiknya bisa mengembangkan kemampuan yang menonjol pada dirinya. “Dr Howard Gardner, profesor pendidikan di Harvard University, menghadirkan teori Multiple Inteligence/ Keceradasan Majemuk, antara lain :

1. Kecerdasan Linguistik / bahasa

2. Kecerdasan logika matematika

3. Kecerdasan gerak

4. Kecerdasan spasial

5. Kecerdasan suara

6. Kecerdasan intrapersonal

7. Kecerdasan interpersonal

8. Kecerdasan naturalis

#Read Review Share
#One Month One Book

Friday, August 7, 2020

Review Buku "HATI-HATI DENGAN THE POWER OF KATA-KATA KARENA KATA-KATA ITU MENCIPTA 'TRANCE'."

 Reviewer         : Syarif Faisal

Judul Buku      : HATI-HATI DENGAN THE POWER OF KATA-KATA KARENA KATA-KATA ITU MENCIPTA “TRANCE”

Penulis            : MARDIGU WP

Penerbit           : SANTARA MEDIA

 

Tahun Terbit   : 2019

Jumlah Halaman : 244 halaman

Tanggal Review : 2 Agusutus 2020

Isi Review Buku :

 

Kata-kata memberikan pengaruh besar dalam kehidupan manusia. Kata-kata bisa mengubah kehidupan manusia. Kata-kata memiliki pengaruh ilmiah secara psikologi. Urutan dalam mempengaruhi dalam kata-kata yaitu : Forcing, Priming, Trance, dan Wealth.

1.      Forcing

Forcing adalah memasukkan data ke benak seseorang walaupun dia tidak mau atau tidak tahu. Mengubah realita dalam benak seseorang menjadi realita baru sesuai dengan keinginan kita sebagai pemrogram. Caranya dengan menggunakan kalimat tajam dan tidak punya lebih dari satu arti.

2.      Priming

Priming merupakan proses kelanjutan dari forcing. Forcing priming adalah pemusatan perhatian pada produk dan jasa anda yang anda arahkan dengan sengaja. Dalam pemusatan perhatian kita memerlukan membangun citra diri.

3.      Trance

Pandangan hidup menjadi pondasi dalam mejalani kegiatan sehari-hari. Pandangan dan reaksi kita terhadap kejadian dalam hidup kita ditentukan oleh dasar-dasar pemikiran kita sendiri. Segala hal yang ada di dunia ini harus dipahami dahulu agar bisa dimengerti, salah satunya dengan releasing tanpa ada logika mengendalikan amarah. Keadaan diri secara fisik akan mempengaruhi psikologis seseorang yang akan mempengaruhi kepercayaan dirinya serta ucapannya.

4.      Wealth

Value diri seseorang sangat berpengaruh pada persepsi diri. Risiko dalam kehidupan berbanding lurus dengan kebahagiaan yang akan didapatkan. “Semakin tinggi risiko yang anda ambil, semakin banyak uang yang bisa anda dapatkan”. Fisiologi mempengaruhi pikiran bawah sadar dan emosi. Keseimbangan fisiologi mempengaruhi pengambilan keputusan. Dalam dunia pikiran, apa yang di pikiran terbanyak, itulah magnet dominan yang akan menarik apa pun kedalam diri seseorang. Pikiran itu netral, mana yang paling banyak diisi atau diputar ulang di otak itulah kumparan yang lebih besar. Semua kejadian yang terjadi pada kita, itu kita sendiri yang menariknya. Pikiran dan perasaan anda akan membawa anda pada tindakan –tindakan yang kemudian anda ambil, dan akan menentukan hasil yang nantinya akan diperoleh.   

 

#Read Review Share
#One Month One Book

Review Buku "Ki Hajar Dewantara 'Pemikiran dan Perjuangannya'."

Reviewer             : Syarif Faisal

Judul Buku          : Ki Hajar Dewantara “Pemikiran dan Perjuangannya”

Penulis          :           Suhartono Wiryopranoto

Prof. Dr. Nina Herlina, M. S,

Prof. Dr. Djoko Marihandono,

Dr. Yuda B Tangkilisan

Tim Museum Kebangkitan Nasional

Penerbit         :           Museum Kebangkitan Nasional

Direktorat Jenderal Kebudayaan

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Tahun Terbit      : 2017

Jumlah Halaman : 205 halaman

Tanggal Review : 18 Juni 2020


Isi Review Buku :

Dalam buku ini akan terdapat beberapa tulisan dari para pakar sejarah mengenai sosok Ki Hajar Dewantara. Ki Hajar Dewantara merupakan sosok Pemikir dan Pejuang dalam kemerdekaan Indonesia. Keinginan besar dari Ki Hajar Dewantara atau Suwardi Suryaningrat adalah bangsa Indonesia terbebas dari penjajahan kolonialisme. Suwardi Suryaningrat bersama dengan pejuang lainnya seperti Cipto Mangunkusumo dan Setyabudi Danudirja mendirikan partai politik Indische Partij dalam menampung aspirasi masyarakat Indonesia dari segala golongan untuk terbebas dari kolonialisme. Perjuangan nya pun di hadang oleh pemerintah Hindia Belanda karena dapat membangkitkan jiwa nasionalisme masyarakat Indonesia. Selain melalui politik perjuangan Suwardi Suryaningrat akhirnya melabuh ke pendidikan. Menurut beliau bangsa Indonesia tidak akan dapat terbebas dari penjajahan jikalau sumber daya manusia Indonesia belum terdidik menjadi sumber daya manusia yang berkualitas. Untuk mencapai tujuan tersebut maka cara mencapainya melalui pendidikan. Satu bagian pendidikan yang diutamakan Suwardi Suryaningrat adalah penggunaan bahasa. Bangsa Indonesia memiliki bahasa sendiri yaitu bahasa Indonesia, sehingga penggunaan bahasa Indonesia harus di bumikan untuk mengganti peran bahasa belanda yang sudah membumi di masyarakat intelektual Indonesia. Dengan penggunaan bahasa Indonesia maka akan timbul rasa cinta tanah air dan bangsa bagi masyarakat Indonesia. Merdeka belajar juga sudah di gagas oleh Ki Hajar Dewantara melalui pendidikan humanis, kerakyatan dan kebangsaan. Sistem merdeka belajar ini juga termaktub dalam sistem pengajaran “Pasal 1 dan 2 tentang dasar kemerdekaan setiap orang untuk mengatur dirinya sendiri. Ini dimaksudkan agar murid-murid berperasaan, berpikiran, dan bekerja merdeka dalam tertib bersama. Pasal 1 termasuk kodrat alam dan kemajuan berjalan kodrati alias evolusi. Dasar ini yang mewujudkan sistem “among”, artinya guru-guru meski di belakang tetapi mempengaruhi dan memberi jalan kepada anak didik untuk berjalan sendiri. Inilah yang kemudian terkenal dengan istilah “Tut wuri handayani”. Selain itu, guru bisa memotivasi dan menginovasi pikiran murid dan sekaligus memberi contoh”. Dari pasal-pasal tersebut sudah tercermin pendidikan merdeka oleh Ki Hajar Dewantara. Pendidikan tersebut di sesuaikan dengan karakteristik masyarakat timur.  

 #Read Review Share

#One Month One Book


 

Review Buku "Ki Hajar Dewantara Pendidik Bangsa yang Merakyat"

 

Reviewer : Syarif Faisal

Judul Buku : Ki Hajar Dewantara Pendidik Bangsa yang Merakyat

Penulis : Wahjudi Djaja

Penerbit : Cempaka Putih

Tahun Terbit : 2018

Jumlah Halaman : 52 halaman

Tanggal Review : 26 Mei 2020


Isi Review Buku :

“Siapa yang tak kenal sosok yang satu ini, beliau merupakan pahlawan nasional yang dinobatkan pada tahun 1959 atas dedikasi dalam bidang pendidikan di negeri ini. Dalam buku ini menceritakan perjuangan nya dalam bidang pendidikan bangsa ini, serta dasar perjuangan tersebut untuk menjadikan bangsa ini menjadi lebih baik lagi serta dapat bersaing dengan bangsa-bangsa lain.

Perjuangan yang di lakukan oleh Suwardi Suryoningrat atau lebih dikenal Ki Hajar Dewantara ini untuk terbebasnya bangsa indonesia dari penjajahan kolonial belanda. Suwardi Suryoningrat merupakan bangsawan Yogyakarta yang masih keturunan Sultan Hamengku Buwono II. Beliau dari keturunan bangsawan sehingga dapat mengenyam pendidikan yang sulit di dapatkan oleh masyarakat pada umumnya. Beliau juga sempat mengenyam pendidikan guru mengambil Akta Guru Eropa di Belanda. Di Belanda inilah Suwardi berkenalan dengan tokoh-tokoh pendidikan seperti Friedrich Frobel, Maria Montessori, dan Rabindranath Tagore. Dari berkenalan dengan tokoh-tokoh pendidikan tersebut Suwardi menerapkan pendidikan yang Humanis Tertib sebagai antimeanstream dari pendidikan yang diterapkan oleh kolonial pada saat itu serta pendidikan Humanis Tertib sangat cocok dengan karakter Bangsa Indonesia.

Pandangan perjuangan Suwardi yang menginginkan kesetaraan Sosial dan Politik bagi bangsa Indonesia, mengambil jalan perjuangan melalui pendidikan karena menurut-Nya dengan Pendidikan bangsa Indonesia bisa mencapai kesetaraan sosial dan politik tersebut dimata bangsa lain. Maka Suwardi bersama Istrinya Sutartinah mendirikan Taman Siswa dengan Penerapan Sistem Among (Menjaga, Membina dan Mendidik Anak dengan Kasih Sayang). Mengetahui maksud berdirinya sekolah Taman Siswa ini maka Belanda mengambil kebijakan penutupan Sekolah Liar (Sekolah yang tidak berdasarkan kurikulum belanda). Suwardi mengirim telegram ke Gubenur Hindia Belanda dnegan menyatakan melawan sekuat-kuatnya dan selama-lamanya dengan cara diam. Cara diam ini merupakan perlawanan dengan menanamkan ideologi bangsa dalam sistem pendidikan, tidak melawan seacara fisik tetapi dengan penguatan ideologi bangsa. Akhirnya kebijakan sekolah liar ini dicabut pada tahuan 1934.

Pada masa kemerdekaan Suwardi diangkat menjadi Menteri Pendidikan pertama kali yang menekankan pada masa jabatan beliau ini untuk mengubah pendidikan kolonial menjadi pendidikan kebangsaan.”

#Read Review Share
#One Month One Book

Review Buku "Sifat Puasa Sunnah Nabi"

                                  Reviewer : Syarif Faisal

Judul Buku : Sifat Puasa Sunnah Nabi

Penulis : Abu Muhammad Ibnu Shalih bin Hasbullah

Penerbit : Ibnu ‘Umar

Tahun Terbit : 1432 H

Jumlah Halaman : 64 halaman

Tanggal Review : 24 April 2020


Isi Review Buku :

“Sebagai seorang muslim kita mesti mempelajari dan memahami bagaimana puasa sebagai salah satu ibadah itu dilaksanakan. Pelaksanaan puasa tidak hanya menahan lapar sahaja, tetapi mesti kita mengetahui dasar pelaksannanya yang di sandarkan kepada Rasulullah Shalallhu ‘Alaihi Wasallam. Buku ini lebih kepada pembahasan puasa Sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah Shalallhu ‘Alaihi Wasallam, walaupun terdapat penjelasan keutamaan puasa Ramadhan dibanding bulan yang lainnya.”

“Buku ini juga terdapat pembahasan kekeliruan pelaksanaan puasa yang dilaksanakan sebagaian kalangan umat islam. Para Ulama menjawab kekeliruan-kekeliruan tersebut sehingga umat dapat melaksanakan puasa sesuai dengan petunjuk yang benar. Sebagai contoh kalangan umat memperbanyakan puasa selain puasa ramadhan di bulan rajab. Padahal Rasulullah melaksanakan puasa lebih banyak berpuasa pada bulan Sa’ban daripada bulan lainnya tetapi hanya bulan Ramadhan satu bulan penuh.”


#Read Review Share
#One Month One Book

Review Buku "Psikologi Kognitif"

 Reviewer : Syarif Faisal

Judul Buku : Psikologi Kognitif

Penulis : Robert L. Solso, Otto H. Maclin, & M. Kimberly Maclin

Penerbit : Erlangga

Tahun Terbit : 2008 (Edisi Kedelapan)

Jumlah Halaman : 522 halaman

Tanggal Review : 22 April 2020


Isi Review Buku :

“Buku ini sangat bagus untuk dibaca terutama oleh para pendidik. Memahami bagaimana caranya informasi dapat masuk dan bertahan dalam pikiran manusia. Manusia memiliki proses yang sangat kompleks dalam pikirannya. Perhatian, pengulangan, mengkaitkan, penyimpanan jangka pendek, penyimpanan jangka panjang, pembauran informasi, pembusukan informasi, dampak stress dalam memori, memanggil memori yang tersimpan, pengolahan informasi, analisis informasi, solusi permasalahan, dan tahapan kreatifitas. Kompleksitas yang terjadi dalam pikiran manusia dapat terjadi sepersekian detik ditinjau dari aspek neurosains. Menyadari hal ini kita dapat mengerti proses informasi yang terjadi pada diri kita maupun orang lain. Terutama pada peserta didik, sehingga kita tidak akan cepat membagi keadaan kogntitif peserta didik jika melihat dalam bentuk tes saja. Terdapat aspek evaluasi yang harus diperdalam sehingga kita dapat mengetahui proses mana dari kompleksitas yang mengalami gangguan.”

“Kompleksitas ini juga coba dipahami manusia dari mesin yang diberi program oleh manusia, sehingga terdapat kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang tidak lagi hanya dimiliki oleh manusia sebagai makhluk cerdas. Perkembangan kecerdasan buatan ini dapat mengantarkan mesin melebihi manusia. Tetapi tidak semua aspek kecerdasan melebihi atau bahkan bisa menyamai manusia. Jika  melihat perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi sekarang ini maka manusia tidak lagi berkompertisi dengan sesama manusia. Manusia berkompetisi dengan mesin ataupun manusia yang bisa menguasai mesin tersebut. Hal ini dapat kita lihat dalam kemajuan perkembangannya diawali dari kecerdasan buatan, jaringan antar mesin, penyimpanan data yang besar, dan penguasaan perekonomian melalui tekhnologi. Secara nyata hal tersebut merupakan Artificial Intelligence, Internet of Things, Big Data, dan Financial Technology.”


#Read Review Share
#One Month One Book



Thursday, January 9, 2020

Inspirasi Pendidikan




Pendidikan adalah proses untuk tercapainya tujuan. Pendidikan yang efektif akan menekankan kepada pembelajaran terus-menerus. Belajar memerlukan kesadaran dari objek yang di didik. Peserta didik yang berperan sebagai objek haruslah sadar bahwa berada dalam proses untuk tercapainya tujuan. Kesadaran pada peserta didik diawali oleh pintu pengetahuan. Setiap peserta didik memiliki otoritas sendiri dalam membuka pintu pengetahuan tersebut. Sang Guru bisa mengetahui pintu tersebut sudah terbuka atau belum jika peserta didik memperhatikan apa yang disampaikan oleh guru. Untuk mencapai keadaan perhatian atau atensi tersebut, bisa melalui dua tindakan yang akan menghasilkan produk saling berlawanan. Pertama adalah perintah dan kedua inspirasi. 

Perintah akan mempercepat atensi itu tercapai tetapi belum tentu itu berasal dari kesadaran peserta didik boleh jadi itu berasal dari  otak reftil yang juga terdapat pada manusia. Peng-aktifan ini akan memicu perlindungan atau perlawanan. Perlindungan bisa berbentuk ketakutan. Sehingga perintah yang disampaikan lebih besar menghasilkan ketakutan atau perlawanan pada peserta didik bukan kesadaran. 

Atensi yang berasal dari kesadaran bisa di dapatkan melalui proses inspirasi. Inspirasi tidak akan memicu aktifnya  otak reftil pada manusia. Hal ini akan mengakibatkan tidak timbulnya respon rasa takut atau perlawanan. Inspirasi akan berdampak kepada atensi yang terbuka pada peserta didik. Kecepatan terbukanya atensi ini tergantung pada individu peserta didik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penyampaian pengetahuan oleh guru dapat di awali dari terbukanya atensi melalui INSPIRASI. 

Monday, December 16, 2019

Evaluasi Pelayanan KP Unit SMP-SMA IHBS Putra & Putri

Bismillah,

Berikut link/tautan untuk Evaluasi Pelayanan KP Unit SMP-SMA IHBS Putra & Putri, sbb:

1. Unit SMP Putra: http://gg.gg/Evaluasi-KP-SMP-Putra
2. Unit SMP&SMA Putri: http://gg.gg/Evaluasi-KP-SMP-SMA-Putri
3. Unit SMA Putra: http://gg.gg/Evaluasi-KP-SMA-Putra

Pengisian Kuisioner dilaksanakan hari ini menggunakan Laptop yang terkoneksi internet.

Jazakumullahukhairan

Thursday, November 21, 2019

Saturday, November 16, 2019

Animasi Tata Surya

Dalam pembelajaran agar rasa ingin mengetahui peserta didik tumbuh, perlu adanya pemicu rasa ingin tahu tersebut. Aplikasi diperlukan agar peserta didik penasaran dalam mencari tahu materi pelajaran yang diajarkan. Memperlajari tata surya diperlukan gambaran otentik yang dapat di eksplorasi peserta didik. Untuk itu diperlukan aplikasi yang mendukung pembelajaran Tata Surya. Aplikasi yang dapat di install di pc atau laptop oleh peserta didik adalah WorldWide Telescope. 

Friday, October 11, 2019

Jati Diri Pendidikan

Pendidikan
Inovasi Pendidikan



Pendidikan merupakan penempaan individu manusia untuk menjadi individu yang berguna bagi manusia lain. Untuk itu tujuan yang hendak dicapai menjadi penting, sehingga proses pendidikan terukur keberhasilannya. Tanpa tujuan maka pendidikan tersebut menjadi hambar atau tak-terarahkan. Penempaan yang dilakukan pun menjadi tak berguna karena pikiran ulang akan mengganggu proses penempaan yang bertanya ulang dalam imajinasi untuk apa semua ini dilakukan. Untuk itu tujuan menjadi sangat penting agar Sang-Pendidik mengetahui apa yang akan dicapai. 

Dalam membuat suatu tujuan maka Sang-Pendidik bisa menentukan apakah untuk kepentingan Sang-Pendidik atau Sang-Terdidik. Apabila untuk kepentingan Sang-Pendidik maka hasil yang dicapai akan selalu sama inilah namanya Bisnis Pendidikan. Tetapi apabila demi kepentingan Sang-Terdidik maka hasil yang diperoleh aka beragam terlihat tidak hanya oleh Sang-Pendidik tetapi para orang tua yang percaya buah hatinya di tangan Sang-Pendidik inilah Sang-Pendidik Sejati. Bisnis Pendidikan dan Sang-Pendidik sejati harus digandeng agar hasil Sang-Terdidik lebih beragam dan Sang-Pendidik mejadi tenteram hatinya tanpa mengais di kolong-kolong lain sampai menitikkan keringat utnuk mengisi kekosongan wadah-wadah yang tak cukup dari mengajar. 

Sang-Pendidik harus membuat suatu persepsi bahwa semua Sang-Terdidik bukanlah botol kosong yang harus diisi sampai penuh. Sang-Terdidik merupakan penerus generasi yang menuju keberhasilan tanpa menyeret nya ke arah tersebut. Untuk itu bisa dikatakan pendidikan merupakan proses yang harus dinikmati sebagai jalan menuju kebaikan diri dan manusia lain. 

Pendidikan itu bertingkat sesuai umur Sang-Terdidik dalam menerima informasi. Penekanan yang berlebihan dalam pemberian informasi akan memberikan arah balik tak bermanfaat bagi Sang-Terdidik. Memahami kemampuan pikiran atau otak menjadi sangat penting dalam proses pendidikan. Otak merupakan anugerah yang harus dipahami prosesnya. Kita sebagai manusia menggunakan anugerah tersebut dalam menjalankan kegiatan sehari-hari. Bagian otak terpenting adalah sistem syarafnya yang selalu berkembang dari hari ke hari kemudian mengalami penurunan fungsi atau rusak sel syarafnya seiring umur semakin tua dari fisik dan cara berfikirnya. Kemunduran kemampuan otak atau rusak nya sel ini tidak akan berpengaruh bagi manusia yang terus berfikir. Bisa dinyatakan juga proses berfikir baik bagi semua manusia. Karena akan mempertahankan kebiasaan berfikir menjadi acuan kehidupan.  


Tuesday, May 14, 2019

Metode Ilmiah

Dalam kehidupan manusia pasti bersinggungan dengan segala hal yang berhubungan dengan pengetahuan. Kita mengetahui berbagai hal dengan panca indera yang memiliki kemampuan terbatas. Segala yang dilihat, didengar dan di rasakan menjadi pengetahuan. Namun ada juga pengetahuan yang memerlukan pemikiran bahwa hal tersebut merupakan pengetahuan. Pengetahuan tersebut memerlukan proses dalam pemikiran manusia yang disebut metode ilmiah. Menemukan pengetahuan secara bukti fisis memerlukan langkah-langkah yang akan membawa kita kepada pengetahuan ilmiah. Untuk itu proses dalam berfikir sangat penting agar pengetahuan tersebut bisa dibuktikan oleh manusia lain.

Pengamatan merupakan langkah pertama dalam penemuan pengetahuan. Dengan mengamati manusia akan lebih fokus dalam mencari informasi yang membuat diri manusia tersebut merasa penasaran. Segala hal yang kita amati akan tertuju pada berbagai pertanyaan dalam memenuhi rasa ingin tahu. 

Identifikasi masalah menjadikan kita melihat sudut pandang yang tidak simetris dengan pengetahuan kita. Objek pengamatan akan menjadi pusat perhatian dari segala idealitas yang sebelumnya kita ketahui melalui pengetahuan atau pengalaman. Ketika terdapat perbedaan pada objek pengamatan dengan segala pengetahuan kita, maka kita akan menganggap sebagai masalah. Masalah tersebut perlu di rincikan agar kita menemukan pengetahuan yang tersimpan di dalamNya.

Manusia akan berfikir dalam mencari pemecahan masalah dari masalah yang ada. Masalah merupakan bagian dari perkembangan proses berfikir manusia yang mana di anggap sebagai tantangan. Tantangan tersebut harus dilalui melalui langkah pertama dengan mencari pemecahan masalah yang memungkinkan. Pemecahan masalah tersebut hanya merupakan jawaban sementara yang harus dibuktikan kebenarannya, karena boleh jadi pemecahan masalah yang dipikirkan manusia lain memiliki jawaban yang berbeda. Untuk itu perlunya pembuktian dari jawaban tersebut, sehingga jawaban tersebut bisa dikatakan dengan jawaban sementara. Jawaban sementara itu dikenal dengan hipotesis.

Pembuktian dari jawaban sementara harus dibuktikan dengan fakta-fakta empiris. Fakta-fakta yang dapat diukur oleh panca indera dan dibuktikan kebenaran oleh manusia lain. Hal ini akan memperkuat jawaban sementara dari hasil pemikiran sebelumnya. Misalkan magma pada gunung yang aktif memiliki warna merah nyala dan sangat panas, manusia yang berada di sekitar gunung akan menyatakan hal itu benar adanya. Tetapi hal ini tidak akan sama dengan pernyataan manusia yang berada di daerah yang tidak terdapat gunung, pernyataan kebenaran tersebut akan terjawab jika satu manusia dari daerahnya langsung membuktikan keberadaan magma pada suatu gunung.


Sunday, April 28, 2019

Posisi Menentukan Prestasi

Istilah ini terasa tidak asing lagi di telinga Kita. Hal ini menjadikan terdengar nya baik tetapi di persepsikan berbeda di dalam beberapa hal terutama pada saat ujian. Aneh tapi Nyata bahwa posisi pada saat ujian akan menentukan nilai yang kita dapatkan yaitu berada di dekat teman Pintar, hehehe. 
Tapi istilah ini benar adanya bahwa posisi memiliki dampak yang kita terima dari sekitar kita. Coba kita kupas tentang istilah ini dari berbagai hal. Posisi dalam KBBI online ialah posisi yang paling tepat untuk suatu satuan melaksanakan tugasnya menembak musuh. Menentukan adalah membuat menjadi tentu (pasti); menetapkan; memastikan. Sedangkan Prestasi adalah hasil yang telah dicapai (dari yang telah dilakukan, dikerjakan, dan sebagainya):. Jika kita lihat dari semua pengertian Posisi Menentukan Prestasi mengarah pada sikap optimis dari pengetahuan yang ada untuk mendapatkan hasil yang terbaik. 
Jika kita melihat dari proses pembelajaran bahwa posisi siswa yang berada di dekat gurunya akan menerima informasi lebih baik daripada siswa yang berada jauh posisinya dari guru. Posisi akan menentukan perhatian siswa terhadap guru, Perhatian sangat berpengaruh dalam penerimaan informasi karena perhatian merupakan tahap pertama dari diterimanya informasi. Manusia memiliki sistem buka tutup informasi, hal ini dapat diketahui dari sikap seseorang menerima informasi tersebut. Sikap percaya akan memudahkan informasi masuk diterima dengan baik. 

Saturday, April 20, 2019

Kimia SMA pada Kurikulum 2013

      Kimia di SMA Indonesia mengacu pada aturan Pemerintah no. 24 Tahun 2016. Pada Peraturan ini fokus kepada Kompetensi yang akan dicapai. Kompetensi yang termaktub pada aturan ini pada kompetensi dasar Kognitif dan kompetensi dasar psikomotrik. Banyaknya kompetensi dasar yang harus diajarkan selama jenjang SMA terdapat 35 kompetensi dasar. 35 kompetensi tersebut dibagi menjadi 3 jenjang ;
- Jenjang pertama adalah jenjang Kelas X dengan 10 Kompetensi Dasar.
- Jenjang pertama adalah jenjang Kelas XI dengan 14 Kompetensi Dasar.
- Jenjang pertama adalah jenjang Kelas XII dengan 11 Kompetensi Dasar.

Kompetensi Dasar tersebut terdiri dari :

Kognitif
  1. Menjelaskan metode ilmiah, hakikat ilmu Kimia,  keselamatan dan keamanan  di laboratorium,  serta peran kimia dalam kehidupan.
  2. Menganalisis perkembangan model atom dari model atom Dalton, Thomson, Rutherford, Bohr, dan Mekanika Gelombang.
  3. Menjelaskan konfigurasi elektron dan pola konfigurasi elektron terluar untuk setiap golongan dalam tabel periodik.
  4. Menganalisis kemiripan sifat unsur dalam golongan dan keperiodikannya
  5. Membandingkan ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan kovalen koordinasi, dan ikatan logam serta kaitannya dengan sifat zat.
  6. Menerapkan Teori Pasangan Elektron Kulit Valensi (VSEPR) dan Teori Domain elektron dalam menentukan bentuk molekul
  7. Menghubungkan interaksi antar ion, atom dan molekul dengan sifat fisika zat
  8. Menganalisis sifat larutan berdasarkan daya hantar listriknya
  9. Mengidentifikasi reaksi reduksi dan oksidasi menggunakan konsep bilangan oksidasi unsur
  10. Menerapkan hukum-hukum dasar kimia, konsep massa molekul relatif, persamaan kimia, konsep mol, dan kadar zat untuk menyelesaikan perhitungan kimia
  11. Menganalisis struktur dan sifat senyawa hidrokarbon berdasarkan kekhasan atom karbon dan golongan senyawanya
  12. Menjelaskan proses pembentukan fraksi-fraksi minyak bumi,  teknik pemisahan serta kegunaannya
  13. Mengidentifikasi reaksi pembakaran hidrokarbon yang sempurna dan tidak sempurna serta sifat zat hasil pembakaran (CO2, CO, partikulat karbon)
  14. Menjelaskan konsep perubahan entalpi reaksi pada tekanan tetap dalam persamaan termokimia
  15. Menjelaskan jenis entalpi reaksi, hukum Hess dan konsep energi ikatan
  16. Menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi menggunakan teori tumbukan
  17. Menentukan orde reaksi dan tetapan laju reaksi berdasarkan data hasil percobaan
  18. Menjelaskan reaksi kesetimbangan di dalam hubungan antara pereaksi dan hasil reaksi
  19. Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran arah kesetimbangan dan penerapannya dalam industri
  20. Menjelaskan konsep asam dan basa serta kekuatannya dan kesetimbangan pengionannya dalam larutan
  21. Menganalisis kesetimbangan ion dalam larutan garam dan menghubungkan pH-nya
  22. Menjelaskan prinsip kerja, perhitungan pH, dan peran larutan penyangga dalam tubuh makhluk hidup
  23. Menganalisis data hasil berbagai jenis titrasi asam-basa
  24. Mengelompokkan berbagai tipe sistem koloid, dan menjelaskan kegunaan koloid dalam kehidupan berdasarkan sifat-sifatnya
  25. Menganalisis fenomena sifat koligatif larutan (penurunan tekanan uap jenuh, kenaikan titik didih, penurunan titik beku, dan tekanan osmosis)
  26. Membedakan sifat koligatif larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit
  27. Menyetarakan persamaan reaksi redoks
  28. Menganalisis proses yang terjadi dalam sel Volta dan menjelaskan kegunaannya
  29. Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya korosi dan cara mengatasinya
  30. Menerapkan stoikiometri reaksi redoks dan hukum Faraday untuk menghitung besaran-besaran yang terkait sel elektrolisis
  31. Menganalisis kelimpahan, kecenderungan sifat fisika dan kimia, manfaat, dan proses pembuatan unsur-unsur  golongan utama (gas mulia, halogen, alkali, dan alkali tanah)
  32. Menganalisis kelimpahan, kecenderungan sifat fisika dan kimia, manfaat, dan proses pembuatan unsur-unsur periode 3 dan golongan transisi (periode 4)
  33. Menganalisis struktur, tatanama, sifat, sintesis, dan kegunaan senyawa karbon
  34. Menganalisis struktur, tata nama, sifat, dan kegunaan benzena dan turunannya
  35. Menganalisis struktur, tata nama, sifat dan penggolongan makromolekul
Psikomotorik
  1. Menyajikan hasil rancangan dan hasil percobaan ilmiah
  2. Menjelaskan fenomena alam atauhasil percobaan menggunakan model atom
  3. Menentukan letak suatu unsurdalam tabel periodik berdasarkan konfigurasi elektron
  4. Menyajikan hasil analisis data-dataunsur dalam kaitannya dengankemiripan dan sifat keperiodikan unsur
  5. Merancang dan melakukan percobaan untuk menunjukkan karakteristik senyawa ion atau senyawa kovalen berdasarkan beberapa sifat fisika
  6. Membuat model bentuk molekul dengan menggunakan bahan-bahan yang ada di lingkungan sekitar atau perangkat lunak komputer
  7. Menerapkan prinsip interaksi antar ion, atom dan molekul dalam menjelaskan sifat-sifat fisik zat di sekitarnya
  8. Membedakan daya hantar listrik berbagai larutan melalui perancangan dan pelaksanaan percobaan
  9. Menganalisis beberapa reaksi berdasarkan perubahan bilangan oksidasi yang diperoleh dari data hasil percobaan dan/ atau melalui percobaan
  10. Menganalisis data hasil percobaan menggunakan hukum-hukum dasar kimia kuantitatif
  11. Membuat model visual berbagai struktur molekul hidrokarbon yang memiliki rumus molekul yang sama
  12. Menyajikan karya tentang proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi beserta kegunaannya
  13. Menyusun gagasan cara mengatasi dampak pembakaran senyawa karbon terhadap lingkungan dan kesehatan
  14. Menyimpulkan hasil analisis data percobaan termokima pada tekanan tetap
  15. Membandingkan perubahan entalpi beberapa reaksi berdasarkan data hasil percobaan
  16. Menyajikan hasil penelusuran informasi cara-cara pengaturan dan penyimpanan bahan untuk mencegah perubahan fisika dan kimia yang tak terkendali
  17. Merancang, melakukan, dan menyimpulkan serta menyajikan hasil percobaan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi dan orde reaksi
  18. Menyajikan hasil pengolahan data untuk menentukan nilai tetapan kesetimbangan suatu reaksi
  19. Merancang, melakukan, dan menyimpulkan serta menyajikan hasil percobaan faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran arah kesetimbangan
  20. Menganalisis trayek perubahan pH beberapa indikator yang diekstrak dari bahan alam melalui percobaan
  21. Melaporkan percobaan tentang sifat asam basa berbagai larutan garam
  22. Membuat larutan penyangga dengan pH tertentu
  23. Menyimpulkan hasil analisis data percobaan titrasi asam-basa
  24. Membuat makanan atau produk lain yang berupa koloid atau melibatkan prinsip koloid
  25. Menyajikan hasil penelusuran informasi tentang kegunaan prinsip sifat koligatif larutan dalam kehidupan sehari-hari
  26. Menganalisis data percobaan untuk menentukan derajat pengionan
  27. Menentukan urutan kekuatan pengoksidasi atau pereduksi berdasarkan data hasil percobaan
  28. Merancang sel Volta dengan mengunakan bahan di sekitar
  29. Mengajukan gagasan untuk mencegah dan mengatasi terjadinya korosi
  30. Menyajikan rancangan prosedur penyepuhan benda dari logam dengan ketebalan lapisan dan luas tertentu
  31. Menyajikan data hasil penelusuran informasi sifat dan pembuatan unsur-unsur golongan utama (halogen, alkali, dan alkali tanah)
  32. Menyajikan data hasil penelusuran informasi sifat dan pembuatan unsur-unsur Periode 3 dan unsur golongan transisi (periode 4)
  33. Menyajikan rancangan percobaan sintesis senyawa karbon, identifikasi gugus fungsi dan/atau penafsiran data spektrum inframerah (IR)
  34. Menyajikan hasil penelusuran informasi beberapa turunan benzena yang berbahaya dan tidak berbahaya
  35. Menganalisis hasil penelusuran informasi mengenai pembuatan dan dampak suatu produk dari makromolekul