Search This Blog

Friday, August 7, 2020

Review Buku "Sifat Puasa Sunnah Nabi"

                                  Reviewer : Syarif Faisal

Judul Buku : Sifat Puasa Sunnah Nabi

Penulis : Abu Muhammad Ibnu Shalih bin Hasbullah

Penerbit : Ibnu ‘Umar

Tahun Terbit : 1432 H

Jumlah Halaman : 64 halaman

Tanggal Review : 24 April 2020


Isi Review Buku :

“Sebagai seorang muslim kita mesti mempelajari dan memahami bagaimana puasa sebagai salah satu ibadah itu dilaksanakan. Pelaksanaan puasa tidak hanya menahan lapar sahaja, tetapi mesti kita mengetahui dasar pelaksannanya yang di sandarkan kepada Rasulullah Shalallhu ‘Alaihi Wasallam. Buku ini lebih kepada pembahasan puasa Sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah Shalallhu ‘Alaihi Wasallam, walaupun terdapat penjelasan keutamaan puasa Ramadhan dibanding bulan yang lainnya.”

“Buku ini juga terdapat pembahasan kekeliruan pelaksanaan puasa yang dilaksanakan sebagaian kalangan umat islam. Para Ulama menjawab kekeliruan-kekeliruan tersebut sehingga umat dapat melaksanakan puasa sesuai dengan petunjuk yang benar. Sebagai contoh kalangan umat memperbanyakan puasa selain puasa ramadhan di bulan rajab. Padahal Rasulullah melaksanakan puasa lebih banyak berpuasa pada bulan Sa’ban daripada bulan lainnya tetapi hanya bulan Ramadhan satu bulan penuh.”


#Read Review Share
#One Month One Book

Review Buku "Psikologi Kognitif"

 Reviewer : Syarif Faisal

Judul Buku : Psikologi Kognitif

Penulis : Robert L. Solso, Otto H. Maclin, & M. Kimberly Maclin

Penerbit : Erlangga

Tahun Terbit : 2008 (Edisi Kedelapan)

Jumlah Halaman : 522 halaman

Tanggal Review : 22 April 2020


Isi Review Buku :

“Buku ini sangat bagus untuk dibaca terutama oleh para pendidik. Memahami bagaimana caranya informasi dapat masuk dan bertahan dalam pikiran manusia. Manusia memiliki proses yang sangat kompleks dalam pikirannya. Perhatian, pengulangan, mengkaitkan, penyimpanan jangka pendek, penyimpanan jangka panjang, pembauran informasi, pembusukan informasi, dampak stress dalam memori, memanggil memori yang tersimpan, pengolahan informasi, analisis informasi, solusi permasalahan, dan tahapan kreatifitas. Kompleksitas yang terjadi dalam pikiran manusia dapat terjadi sepersekian detik ditinjau dari aspek neurosains. Menyadari hal ini kita dapat mengerti proses informasi yang terjadi pada diri kita maupun orang lain. Terutama pada peserta didik, sehingga kita tidak akan cepat membagi keadaan kogntitif peserta didik jika melihat dalam bentuk tes saja. Terdapat aspek evaluasi yang harus diperdalam sehingga kita dapat mengetahui proses mana dari kompleksitas yang mengalami gangguan.”

“Kompleksitas ini juga coba dipahami manusia dari mesin yang diberi program oleh manusia, sehingga terdapat kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang tidak lagi hanya dimiliki oleh manusia sebagai makhluk cerdas. Perkembangan kecerdasan buatan ini dapat mengantarkan mesin melebihi manusia. Tetapi tidak semua aspek kecerdasan melebihi atau bahkan bisa menyamai manusia. Jika  melihat perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi sekarang ini maka manusia tidak lagi berkompertisi dengan sesama manusia. Manusia berkompetisi dengan mesin ataupun manusia yang bisa menguasai mesin tersebut. Hal ini dapat kita lihat dalam kemajuan perkembangannya diawali dari kecerdasan buatan, jaringan antar mesin, penyimpanan data yang besar, dan penguasaan perekonomian melalui tekhnologi. Secara nyata hal tersebut merupakan Artificial Intelligence, Internet of Things, Big Data, dan Financial Technology.”


#Read Review Share
#One Month One Book



Thursday, January 9, 2020

Inspirasi Pendidikan




Pendidikan adalah proses untuk tercapainya tujuan. Pendidikan yang efektif akan menekankan kepada pembelajaran terus-menerus. Belajar memerlukan kesadaran dari objek yang di didik. Peserta didik yang berperan sebagai objek haruslah sadar bahwa berada dalam proses untuk tercapainya tujuan. Kesadaran pada peserta didik diawali oleh pintu pengetahuan. Setiap peserta didik memiliki otoritas sendiri dalam membuka pintu pengetahuan tersebut. Sang Guru bisa mengetahui pintu tersebut sudah terbuka atau belum jika peserta didik memperhatikan apa yang disampaikan oleh guru. Untuk mencapai keadaan perhatian atau atensi tersebut, bisa melalui dua tindakan yang akan menghasilkan produk saling berlawanan. Pertama adalah perintah dan kedua inspirasi. 

Perintah akan mempercepat atensi itu tercapai tetapi belum tentu itu berasal dari kesadaran peserta didik boleh jadi itu berasal dari  otak reftil yang juga terdapat pada manusia. Peng-aktifan ini akan memicu perlindungan atau perlawanan. Perlindungan bisa berbentuk ketakutan. Sehingga perintah yang disampaikan lebih besar menghasilkan ketakutan atau perlawanan pada peserta didik bukan kesadaran. 

Atensi yang berasal dari kesadaran bisa di dapatkan melalui proses inspirasi. Inspirasi tidak akan memicu aktifnya  otak reftil pada manusia. Hal ini akan mengakibatkan tidak timbulnya respon rasa takut atau perlawanan. Inspirasi akan berdampak kepada atensi yang terbuka pada peserta didik. Kecepatan terbukanya atensi ini tergantung pada individu peserta didik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penyampaian pengetahuan oleh guru dapat di awali dari terbukanya atensi melalui INSPIRASI

Monday, December 16, 2019

Evaluasi Pelayanan KP Unit SMP-SMA IHBS Putra & Putri

Bismillah,

Berikut link/tautan untuk Evaluasi Pelayanan KP Unit SMP-SMA IHBS Putra & Putri, sbb:

1. Unit SMP Putra: http://gg.gg/Evaluasi-KP-SMP-Putra
2. Unit SMP&SMA Putri: http://gg.gg/Evaluasi-KP-SMP-SMA-Putri
3. Unit SMA Putra: http://gg.gg/Evaluasi-KP-SMA-Putra

Pengisian Kuisioner dilaksanakan hari ini menggunakan Laptop yang terkoneksi internet.

Jazakumullahukhairan

Thursday, November 21, 2019

Saturday, November 16, 2019

Animasi Tata Surya

Dalam pembelajaran agar rasa ingin mengetahui peserta didik tumbuh, perlu adanya pemicu rasa ingin tahu tersebut. Aplikasi diperlukan agar peserta didik penasaran dalam mencari tahu materi pelajaran yang diajarkan. Memperlajari tata surya diperlukan gambaran otentik yang dapat di eksplorasi peserta didik. Untuk itu diperlukan aplikasi yang mendukung pembelajaran Tata Surya. Aplikasi yang dapat di install di pc atau laptop oleh peserta didik adalah WorldWide Telescope. 

Friday, October 11, 2019

Jati Diri Pendidikan

Pendidikan
Inovasi Pendidikan



Pendidikan merupakan penempaan individu manusia untuk menjadi individu yang berguna bagi manusia lain. Untuk itu tujuan yang hendak dicapai menjadi penting, sehingga proses pendidikan terukur keberhasilannya. Tanpa tujuan maka pendidikan tersebut menjadi hambar atau tak-terarahkan. Penempaan yang dilakukan pun menjadi tak berguna karena pikiran ulang akan mengganggu proses penempaan yang bertanya ulang dalam imajinasi untuk apa semua ini dilakukan. Untuk itu tujuan menjadi sangat penting agar Sang-Pendidik mengetahui apa yang akan dicapai. 

Dalam membuat suatu tujuan maka Sang-Pendidik bisa menentukan apakah untuk kepentingan Sang-Pendidik atau Sang-Terdidik. Apabila untuk kepentingan Sang-Pendidik maka hasil yang dicapai akan selalu sama inilah namanya Bisnis Pendidikan. Tetapi apabila demi kepentingan Sang-Terdidik maka hasil yang diperoleh aka beragam terlihat tidak hanya oleh Sang-Pendidik tetapi para orang tua yang percaya buah hatinya di tangan Sang-Pendidik inilah Sang-Pendidik Sejati. Bisnis Pendidikan dan Sang-Pendidik sejati harus digandeng agar hasil Sang-Terdidik lebih beragam dan Sang-Pendidik mejadi tenteram hatinya tanpa mengais di kolong-kolong lain sampai menitikkan keringat utnuk mengisi kekosongan wadah-wadah yang tak cukup dari mengajar. 

Sang-Pendidik harus membuat suatu persepsi bahwa semua Sang-Terdidik bukanlah botol kosong yang harus diisi sampai penuh. Sang-Terdidik merupakan penerus generasi yang menuju keberhasilan tanpa menyeret nya ke arah tersebut. Untuk itu bisa dikatakan pendidikan merupakan proses yang harus dinikmati sebagai jalan menuju kebaikan diri dan manusia lain. 

Pendidikan itu bertingkat sesuai umur Sang-Terdidik dalam menerima informasi. Penekanan yang berlebihan dalam pemberian informasi akan memberikan arah balik tak bermanfaat bagi Sang-Terdidik. Memahami kemampuan pikiran atau otak menjadi sangat penting dalam proses pendidikan. Otak merupakan anugerah yang harus dipahami prosesnya. Kita sebagai manusia menggunakan anugerah tersebut dalam menjalankan kegiatan sehari-hari. Bagian otak terpenting adalah sistem syarafnya yang selalu berkembang dari hari ke hari kemudian mengalami penurunan fungsi atau rusak sel syarafnya seiring umur semakin tua dari fisik dan cara berfikirnya. Kemunduran kemampuan otak atau rusak nya sel ini tidak akan berpengaruh bagi manusia yang terus berfikir. Bisa dinyatakan juga proses berfikir baik bagi semua manusia. Karena akan mempertahankan kebiasaan berfikir menjadi acuan kehidupan.